Yang Tak Terbela
Dulu ia menganggap bahwa ia cantik dan semua orang bahkan mengakui. Apa yang terjadi dengannya kini? Kalian tahukah bahwa kondisi yang dulu begitu prima kini berbanding terbalik dengan situasi sekarang. Dulu, kecantikannya bahkan membuat iri salah seorang kakaknya. Kini, ia telah merasakan apa yang menjadi rasa dahulu bagi sang kakak.
Tapi, salahnya kah ketika ia menjadi cantik? Dan salahnya pulakah saat ia sudah tak seperti dulu???
Dulu ia begitu diistimewakan, baik oleh keluarganya dalam hal ini kedua orangtuanya maupun oleh teman-temannya. Ia dulu begitu dipuja. Ia dicurahkan rasa kasih dan sayang yang begitu spesial. Kini, keluarganya, orang tuanya, adiknya bahkan sangat malu punya anggota keluarga seperti dirinya.
Teman-temannya tak seramah dulu. Bahkan dulu ada teman yang tampak sangat ‘jijik’ berteman dengannya. Yang lebih memilukan bahwa apa yang ditermanya dari keluarganya dan adiknya adalah rasa malu karena ia sedemikian rupa tampaknya.
Ia sebenarnya sakit. Mungkin sakitnya yang memudarkan keistimewaannya. Kadang ia merasa bahwa ia seperti terkutuk. Tapi ia selalu mencoba menanamkan bahwa setiap hamba adalah mulia. Sakitnya merubah sifat dan sikapnya. Ia saja tak terima dan mencoba berubah. Dan ia sedikit berubah. Namun lingkungannya tak pernah benar-benar berubah.
Dikeluarganya pun tetap tak berubah. Tetaplah adik yang dibela walau harusnya keluarga menentukan sikap terbela adalah mereka yang benar bukan mereka yang istimewa namun salah…
Astagfirullahal aqdziim ;(
Continue Reading...
PDF
Facebook
Google Bookmarks
Twitter
email